Artikel Hadits  Kembali

Keutamaan Silaturahim
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, ”Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

  1. Hadits yang agung ini memberikan salah satu gambaran tentang keutamaan silaturahim.
  2. Silaturahim kewajiban dalam agama. Banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang menerangkannya.
  3. Hendaknya ia menyambung hubungan silaturahim pada kerabatnya dengan bijak.
  4. Bahwa dengan silaturahim akan mendatangkan kelapangan rezeki dan dikenang dengan baik yang dengan silaturahim akan memunculkan rasa kasih sayang dan akan didoakan ketika meninggal.
  5. Yang dimaksud dengan tambahan umur di sini, yaitu bisa jadi tambahan berkah dalam umur. Kemudahan melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat baginya di akhirat, serta terjaga dari kesia-siaan.

Tema Hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

  1. Silaturahim, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili adalah salah satu syarat untuk bisa masuk surga secara bersama dengan keluarga
    وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ
    dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya. (Ar-Ra'd: 21)
  2. Berkaitan dengan ilmu yang ada pada malaikat yang terdapat di Lauh Mahfudz dan semisalnya. Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzh berumur 60 tahun. Akan tetapi jika dia menyambung silaturahim, maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun, dan Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). Inilah makna firman Allah Ta’ala ,
    يَمْحُو اللهُ مَايَشَآءُ وَيُثْبِتُ
    Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki).” (QS Ar Ra’d:39). /li>


Sumber : ONE DAY ONE HADITS