Artikel Hadits  Kembali

Mendo'akan Keburukan
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

عن عائشة -رضي الله عنها- قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم- يقُولُ في بيتي هَذَا: اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ .

Dari 'Aisyah radhiAllah ‘anha berkata, aku mendengar Rasulullah sallahu alaihi wa salam bersabda didalam rumahku ini: "Wahai Allâh, barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia, dan barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikaplah lembut kepadanya”. . [Hadist Riwayat Muslim 182] .

Pelajaran yang terdapat didalam hadits :

  1. Mendoakan keburukan kepada siapapun secara asal hukum tidaklah dibolehkan, karena itu bentuk kedzaliman yang nyata. Semisal seseorang yang berkata, “ Ya Allah, semoga si fulan engkau buat celaka.” Do’a seperti itu bisa disebabkan karena adanya perasaan marah, dengki dan permusuhan.
  2. Namun dalam setiap hal yang umum tentu ada perkara yang khusus, selalu ada kasus pengecualian, begitu juga dengan masalah do’a. Dimana kemudian ulama sepakat bahwa mendoakan keburukan atas orang yang mendzalimi itu dibolehkan, terlebih jika kedzalimanya menyangkut masalah kepentingan orang banyak dan urusan agama.
  3. Tentang permasalahan ini telah banyak hadits-hadits yang bisa menjadi dalilnya, dimana Rasulullah telah mendoakan kecelakaan dan laknat kepada sebagian pihak,seperti do’a beliau kepada suku yang telah membantai puluhan sahabat Nabi secara keji :
    اللَّهُمَّ الْعَنْ رِعْلاً وَ ذَكْوَانَ وَعُصَيْبَةَ
    ”Ya Allah, laknatilah suku Ri’il, Dzakwan, dan ‘Ushaibah!” (HR Bukhari dan Muslim).

    Nabi shalallahu’alaihi wassalam juga mendoakan kaum kafir pada Perang Ahzab :
    مَلَأَ اللهُ قُبُوْرَهُمْ وَبثيُوْتَهُمْ نَارًا
     “Semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka dengan api…” (HR Bukhari dan Muslim).

    Secara umum, beliau shalallahu’alaihi wassalam  juga mendoakan keburukan atas para pengkhianat urusan umat ini. Sabdanya : 
    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَتِيْ شَيْئًا فَشَقَ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ
     “Ya Allah, siapa saja yang mengurus suatu urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit urusannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 
  4. Para fuqaha sepakat boleh (ja`iz) hukumnya seorang muslim mendoakan keburukan kepada orang kafir maupun kepada sesama muslim yang berbuat zalim kepadanya secara khusus, atau berbuat zalim kepada kaum muslimin secara umum. Misalnya merampas harta, memfitnah, memukul, menyiksa, membunuh, dan sebagainya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 20/267-268; Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm. 261-262; Imam Al Qarafi, Al Furuuq, 4/1428).

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

  1. Allah tidak menyukai seseorang yang mendoakan keburukan kepada orang lain, kecuali jika dia dizalimi. Karena sesungguhnya Allah telah memberikan rukhshah (keringanan) kepadanya untuk mendoakan keburukan bagi orang yang telah menzaliminya.
    لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ
    ”Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” (QS An Nisaa` [4] : 148).
  2. Meski secara syariah dibolehkan mendoakan keburukan kepada orang yang mendzalimi itu dibolehkan, terlebih jika kedzalimanya menyangkut masalah kepentingan orang banyak dan urusan agama yang lebih baik dan lebih besar pahalanya adalah bersabar, memberi maaf, dan mendoakannya mendapat hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala.
    وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
    ”Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang patut diutamakan.” (QS Asy Syuura [42] : 43).


Sumber : ONE DAY ONE HADITS  alhadist.com