Artikel Hadits  Kembali

Qailullah
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

عن أنس بن مآلك رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لاَ تَقِيْلُ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: ”Tidurlah sebentar di waktu siang (qailulah) karena setan itu tidak melakukan qailulah.” [ Ath-Thabrani meriwayatkan di dalam Al-Ausath dan Abu Nu’aim di dalam Ath-Thib. Al-Albani mengatakan sanad hadits ini hasan di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah.]

Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

  1. Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang. Ulama yang lain memaknai bahwa qailulah tidak harus tidur, istirahat sejenak di waktu siang termasuk ke dalam  bagian  qailulah. Makna ini lebih luas karena bisa jadi sekadar istirahat pun dapat dinamakan qailulah dan menjalankan sunah nabi. Sedangkan Imam ash-Shan’ani di dalam kitab Subulus Salam berkata,
    المقيل والقيلولة: الاستراحة نصف النهار، وإن لم يكن معها نوم
    ”Al-maqil wal qailulah: istirahat di pertengahan siang meskipun tidak disertai dengan tidur.”
  2. Adapun hukum melakukan Qailullah adalah sunnah menurut jumhur ulama.
  3. Para ahli medis berpendapat bahwa qailulah bisa bermanfaat jika dalam pelaksaanaannya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
    1. Pada waktu yang tepat. Diutamakan antara pukul 13.00 sampai dengan 15.00,  Waktu tersebut  sering kali merupakan saat kebanyakan orang makan siang, yaitu periode di mana kadar gula darah bisa turun 
    2. Tidak dalam waktu yang lama. Tidur siang harus singkat, dan para ahli biasanya merekomendasikan durasi tidur siang adalah 10-30 menit 
    3. Di tempat yang tepat. Sebaiknya Anda tidur siang di ruangan yang cocok untuk tidur, misalnya ruangan tersebut harus: nyaman, dan tenang.  
  4. Sementara, bila dilihat dari tinjauan syar’i, qailulah itu memberikan kesempatan kepada jiwa untuk beristirahat di siang hari. Ketika tiba waktu malam, maka jiwa ini siap untuk tetap terjaga di malam hari dengan kuat, semangat dan jiwa gembira. Sehingga hal itu akan menguatkan ketaatan di malam hari dengan tahajud, mudzakarah dan lain sebagainya.

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

  1. Jika ditelusuri sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam di atas merujuk kepada firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam ar-Ruum: 23 tentang keberkahan melakukan tidur di tengah hari:  
    وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ "
    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."( Ar-Ruum: 23).
  2. Bahwa tidur itu menghentikan segala gerakan dan mengistirahatkan badan.
    وَجَعَلْنَاْجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاسُبَاتًا 
    “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”( Al-Naba: 9).


Sumber : ONE DAY ONE HADITS  alhadist.com