Artikel Hadits  Kembali

Berlaku Sederhana dalam Beribadah
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

وعن عائشة رضي الله عنها: أنَّ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم دخل عَلَيْهَا وعِندها امرأةٌ، قَالَ: ((مَنْ هذِهِ؟)) قَالَتْ: هذِهِ فُلاَنَةٌ تَذْكُرُ مِنْ صَلاتِهَا. قَالَ: ((مهْ، عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ، فَواللهِ لا يَمَلُّ اللهُ حَتَّى تَمَلُّوا)) وكَانَ أَحَبُّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ صَاحِبُهُ عَلَيهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memasuki rumahnya dan di sisi Aisyah itu ada seorang wanita. Beliau s.a.w. bertanya: "Siapakah ini?" Aisyah menjawab: "Ini adalah si Anu." Aisyah menyebutkan perihal shalatnya wanita tadi - yang sangat luar biasa tekunnya. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: "Jangan demikian, hendaklah engkau semua berbuat sesuai dengan kekuatanmu semua saja. Sebab demi Allah, Allah itu tidak bosan - memberi pahala - sehingga engkau semua bosan - melaksanakan amalan itu. Adalah cara melakukan agama yang paling dicintai oleh Allah itu ialah apa-apa yang dikekalkan melakukannya oleh orangnya itu - yakni tidak perlu banyak-banyak asalkan langsung terus." (Muttafaq 'alaih)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

  1. Maknanya La yamallullahu, ialah Allah tidak bosan, maksudnya bahwa Allah tidak akan memutuskan pahalanya pada kita semua atau balasan pada amalan-amalan kita itu ataupun memperlakukan kita semua sebagai perlakuan orang yang sudah bosan.
  2. Hatta tamallu artinya sehingga kita semua yang bosan lebih dulu, lalu amalan itu ditinggalkan.
  3. Oleh sebab itu seyogyanya kita semua mengambil amalan itu sekuat tenaga kita saja yang sekiranya akan tetap langsung dan kekal melakukannya agar supaya pahalanya serta keutamaannya tetap atas diri kita semua.
  4. Sesungguhnya hanyalah amalan yang dicintai dilakukan dengan terus menerus, karena orang yang selalu terus menerus dalam kebaikan yang mempunyai loyalitas tinngi.
  5. Dengan amalan yang sedikit tapi terus menerus melestarikan ketaatan. Dengan zikir, murogobah, ikhlas dan menerima apa yang telah ditetapkan Alloh.

Tema yang berkaitan dengan Al-Quran:

  1. Sederhana dalam beribadah Berlaku Sederhana Dalam Beribadat
    طه مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
    "Tidaklah Kami turunkan al-Quran itu padamu - hai Muhammad agar engkau mendapat celaka." (Thaha: 1-2)
  2. Allah Subhanahu wa Ta'ala menghendaki kemudahan.
    يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    "Allah menghendaki kemudahan padamu semua dan tidak menghendaki kesukaran untukmu semua." (al-Baqarah: 185).


Sumber : ONE DAY ONE HADITS