Artikel Hadits  Kembali

Perintah Membalas Kebaikan Orang Lain
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اسْتَعَاذَ بِاللَّهِ فَأَعِيذُوهُ وَمَنْ سَأَلَ بِاللَّهِ فَأَعْطُوهُ وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيبُوهُ وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Dari Abdullah Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang memohon perlindungan dengan mengatasnamakan Allah, maka lindungilah dia. Dan siapa yang meminta dengan mengatasnamakan Allah, maka berilah ia. Dan siapa yang berbuat baik kepadamu, balaslah kebaikannya. Jika anda tidak mampu, maka doakanlah dia sampai dia tahu bahwa kalian telah memberinya yang setimpal.”
(Shahih) Ash Shahihah (254): [Abu Dawud: 9-Kitab Az Zakah, 38-Bab ‘Athiyatu Man Sa-ala billah].

Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

  1. Siapa yang memohon perlindungan dengan mengatasnamakan Allah, maka lindungilah dia. Kenapa? karena dia meminta kita atas nama Allah.
  2. Dan siapa yang meminta dengan mengatasnamakan Allah, maka berilah ia. Karena dia telah mengagungkan nama Allah tentunya bila kita mampu dan tidak membawa mudharat.
  3. Siapa yang memperoleh kebaikan orang lain hendaklah membalasnya supaya kita tidak ada hutang budi Kerena hutang budi itu sesuatu yang tidak enak dirasakan oleh seseorang.
  4. Siapa yang tidak mampu membalas kebaikan orang lain hendaklah dia mendo’akan kebaikan bagi orang tersebut diantaranya dengan membaca, jazakumullah khairan.
  5. Semoga kita bisa menjadi orang yang selalu membalas kebaikan atau budi orang lain paling tidak mendoakannya terutama pada orang tua dan orang yang telah memberikan kita banyak ilmu dalam masalah akhirat. Janganlah lupakan hal ini.

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

  • Jika seorang meminta kepada kita tapi tidak mampu atau membawa mudharat walaupun dengan mengatasnamakan Allah tidak perlu dipenuhi. Dengan kata lain, seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari lemah-lembut Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada makhluk-Nya dan kasih sayang-Nya kepada mereka, serta kebaikan-Nya kepada mereka.
    لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَها
    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah: 286).


Sumber : ONE DAY ONE HADITS  alhadist.com