Artikel Hadits  Kembali

Karena Lisan Seseorang Bisa Masuk Surga atau Neraka
Oleh : Ustadz Muslih Rasyid

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال ،قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلقي لَهَا بَالا يُكْتَبُ لَهُ بِهَا الْجَنَّةُ. وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَط اللَّهِ لَا يُلقي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ السموات وَالْأَرْضِ"

Dari Abu Hurairah radhiAllah anhu berkata, bersabda Rasulullah sallahu alaihi wa salam : Sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala, sedangkan dia tidak menyadarinya, hingga ditetapkan baginya surga karenanya. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ia sadari, hingga menjerumuskan dirinya ke dalam neraka karenanya, lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi.(Mutafaqun 'alaih)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

  1. Hadist diatas memberikan petunjuk bahwa, besarnya bahaya lisan dan kebanyakan manusia tidak memperhatikannya.
  2. Maka wajib menjaga dan memelihara lisan itu dan bersungguh-sungguh dalam hal ini dari keburukannya karena lisan cepat geraknya entah itu dalam kebaikan atau dalam keburukan.
  3. Maka wajib juga teguh dan waspada dalam masalah ini. Sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang diridai Allah Subhanahu wa Ta'ala, sedangkan dia tidak menyadarinya, hingga ditetapkan baginya surga karenanya. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ia sadari, hingga menjerumuskan dirinya ke dalam neraka karenanya.
  4. Selama kita diam akan selamat tapi tatkala berkata harus membawa kebaikan bukan keburukan.
  5. Maka wajib setiap mukalaf mewaspadai lisan dan anggota tubuhnya dari keburukan kadang bisa terjadi karena bergurau atau mempermudah dan meremehkannya sehingga membinasakannya.

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

  1. Larangan meninggikan suara di hadapan Nabi Shalallahu'alaihi Wasallam lebih dari suaranya tiada lain karena dikhawatirkan beliau akan marah, yang karenanya Allah pun marah disebabkan kemarahannya. Dan karenanya maka dihapuslah amal baik orang yang membuatnya marah, sedangkan dia tidak menyadarinya.
     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ 
     Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.(Al Hujurot : 2)
  2. Yaitu tiada suatu kalimat pun yang dikatakannya, melainkan ada malaikat yang selalu mengawasinya dan mencatatnya; tiada suatu kalimat pun yang tertinggal, dan tiada suatu gerakan pun yang tidak tercatat olehnya.
    مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
    Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf: 18)
    Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
    وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
    Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Infithar: 10-12).


Sumber : ONE DAY ONE HADITS, alhadist.com