| 1 |
6821 |
Telah menceritakan kepada kami Al Uwaisi Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan
kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Sahlih dari Ibn Syihab telah menceritakan kepadaku
radliyallahu'anha, bahwa ketika orang-orang yang menyebarkan berita bohong melakukan
aksinya, Aisyah berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lantas memanggil Ali bin Abu
Thalib dan Usamah bin Yazid radliyallahu'anhum, yakni saat wahyu belum turun, beliau
menanyai dan meminta saran keduanya perihal perceraian terhadap isterinya. Adapun
Usamah bin Zaid, ia memberi saran sejauh yang ia ketahui bahwa Aisyah terlepas diri dari
apa yang mereka tuduhkan, adapun Ali bin Abu Thalib berkata, 'Allah tak bakalan
menyesakkan dadamu, wanita selainnya juga masih banyak, dan tanyailah pembantu yang
bisa jadi ia membenarkanmu.' Nabi bertanya kepada hamba sahaya tadi: "Pernahkah kau
lihat sesuatu yang menjadikanmu ragu terhadap diri Aisyah?" hamba sahaya tadi menjawab,
masih belia, ia ketiduran dari adonan masakan keluarganya sehingga datang ternak yang
kemudian menyantapnya.' Lantas Nabi berdiri di atas minbar dan berkata: "Wahai segenap
muslimin, siapa yang bisa memberiku alasan terhadap seseorang yang gangguannya
terhadap isteriku telah kudengar? Demi Allah, aku tak tahu terhadap isteriku selain kebaikan
semata, " lantas beliau sebutkan kesucian Aisyah. Dan Abu Usamah berkata 'dari Hisyam.(Shahih) |
| 2 |
6822 |
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Harb telah menceritakan kepada kami
Yahya bin Abu Zakariya Al Ghassani dari Hisyam dari 'Urwah dari 'Aisyah bahwa Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam berpidato kepada manusia, lantas memuja dan memuji Allah dan
bersabda: "Kalian tidak bisa memberiku alasan terhadap seseorang yang mencela isteriku,
setahuku tak ada keburukan pada mereka sama sekali." Dan 'Urwah berkata, 'Dikala 'Aisyah
dikabarkan selingkuh, ia berkata, 'Wahai Rasulullah, bersediakah engkau jika aku kembali
kepada keluargaku? Maka Rasul memberinya ijin dan mengutus pelayan untuk
menemaninya. Dan seorang laki-laki anshar berkata, 'Maha suci Engkau, tak sepantasnya
kami berkata yang sedemikian ini. Maha suci Engkau, ini adalah kebohongan yang nyata.'(Shahih) |